Emang Blog

Archive for the ‘Japan Story’ Category

DiJepang ada 15 hari raya yang telah di tentukan oleh Negara. Sekolah, kantor pemerintahan dan sebagian perusahaan diliburkan, tetapi pasar dan tempat perbelanjaan sama seperti hari minggu tetap buka. Berikut adalah daftar hari libur nasional di Jepang (dikutip dari: http://www.clair.or.jp/tagengorev/id/o/02-1.html#2-1)

Libur hari raya Nasional
1 Januari: Hari pertama tahun baru – Merayakan tahun baru
Januari minggu ke 2 hari Senin: Hari orang dewasa – 成人の日 (Seijin no hi) Coming of Age Day – Menyadarkan kalau sudah menjadi orang dewasa(umur 20 tahun),dan bertanggung jawab menjadi anggota masyarakat.
11 Februari: Hari berdirinya Negara Jepang -Membangun Negara dan memperdalamkan jiwa cinta terhadap negara
20 Maret (tergantung tahun) :  Hari waktu yang sama lamanya dengan waktu malam hari di musim Semi –  Menghargai kemurnian alam,dan pentingnya mahluk hidup.
29 April : Hari peringatan zaman Showa – Melalui hari-hari yang menggemparkan, mengingatkan kembali pencapaian pembangunan masa Showa dan membangun masa depan Negara.
3 Mei :   Hari berdirinya UUD –    Peringatan berdirinya UUD diJepang, mengharapkan kemajuan Negara.
4 Mei :   Hari penghijauan –    Bersyukur atas anugrah kemurnian yang diberikan.
5 Mei :   Hari anak –    Bersyukur atas pertumbuhan anak dan mengharapkan kesejahteraan anak,rasa terima kasih diberikan untuk Ibu.
Juli, minggu ke 3 hari Senin :   Hari kelautan – Bersyukur atas kekayaan alam dan merharapkan kemakmuran lautan Jepang.
September,minggu ke 3 hari Senin : Hari penghormatan orang lanjut usia –  Menghormati dan mencintai orang lanjut usia yang telah melewati beberapa tahun dan membangun lingkungan sosial dan juga mengharapkan panjang umur.
23 September (tergantung tahun) :    Waktu siang dan malam sama lamanya,pada musim gugur – Menghormati nenek moyang,berdoa untuk orang yang telah meninggal
Oktober,minggu ke 2 hari Senin : Hari Olahraga – 体育の日 (Taiiku no hi) – Merayakan olahraga,meningkatkan kesehatan badan.
3 November : Hari kebudayaan –  文化の日 (Bunka no hi) –  Mencintai perdamaian dan kebebasan, memajukan kebudayaan
23 Desember : Hari ulang tahun Kaisar – 天皇誕生日 (Tennō tanjobi) – Merayakan hari ulang tahun Kaisar.

Selain ada libur resmi, ada juga libur tidak resmi yang bukan tanggal merah tetapi sekolah dan sebagian kantor diliburkan.

Libur Tidak Resmi

Selain hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah, Jepang juga memiliki tradisi liburan tidak resmi. (Sumber: Wikipredia)

  • Libur Golden Week: Golden Week adalah pekan di akhir bulan April dan awal bulan Mei yang secara kebetulan ada 4 hari libur resmi yang hampir berurutan (29 April, 3 Mei, 4 Mei, dan 5 Mei). Sebagian besar kantor-kantor memutuskan untuk meliburkan pegawainya selama periode Golden Week.
  • Libur Obon: Libur Obon (盆休み Obon yasumi) adalah hari-hari libur tidak resmi sebelum dan sesudah tanggal 15 Agustus. Walaupun perayaan Obon tidak merupakan hari libur resmi, perusahaan dan pemilik usaha sering meliburkan diri selama beberapa hari (13-16 Agustus) atau hingga satu minggu. Libur Obon digunakan untuk berziarah ke makam dan berkumpul dengan sanak keluarga di kampung halaman. Kantor pemerintah tetap buka seperti biasa, walaupun sebagian besar pegawai meminta cuti untuk merayakan Obon.
  • Libur Tahun Baru Jepang: Libur Tahun Baru Jepang (お正月 Oshogatsu yasumi) adalah kesempatan pulang ke kampung halaman dan berkumpul dengan sanak keluarga untuk merayakan hari Tahun Baru. Liburan tahun baru lamanya berbeda-beda tergantung pada kebijaksanaan masing-masing kantor. Kantor-kantor pemerintahan dan swasta biasanya tutup sejak menjelang akhir tahun (29 Desember atau 30 Desember) hingga beberapa hari sesudah Tahun Baru.
Advertisements

Saya jadi pengen nulis ini setelah baru-baru ini mendengar 2 buah statemen setengah bertanya yang sangat menggelikan, polos tetapi memilukan, yang terucap dari dua orang berbeda langsung kepada saya.

Pertama, dari salah satu anak SPACE (semacam program pertukaran pelajar):
“Lho Pak F itu orang Indonesia ya? Saya kirain orang Malaysia, soalnya kalau ketemu pas pakai peci terus”.. wakakakakak.. kamu udah 6 bulan disini gak tau kalau beliau itu orang Indonesia? deuh.. KDL..

Kedua, dari salah satu bapak program Post-Doc di Saga-U:
“Eh anak yang tinggi kacamata itu anak mana ya? Kok pakai baju batik ikut disitu?”
Jawab saya waktu itu: “Oh.. itu si S pak anak SPACE tahun ini, orang Indonesia juga kok pak”..

..dua pertanyaan ‘konyol’ dalam waktu hampir bersamaan, batinku.. hmm..koen.. pirang2 bulan barengan sa kuto gak saling kenal ngene rek.. sungguh… geli.com + miris.com

Cerita diatas itu hanya pengalaman pribadi saya, tapi saya yakin banyak diantara sesama rekan mahasiswa atau warga Indonesia di kota kecil Saga ini yang mempunyai kisah yang mirip. Bahwa sesama kita warga Indonesia tidak saling kenal, lalu tidak bertegur sapa ketika bertemu, apalagi sampai mau saling tolong menolong? deuh.. miris..

Pasti banyak diantara kita sesama WNI di Saga yang tidak tahu atau belum tahu bahwa di Saga ada warga Indonesia yang baru datang, bahwa bapak A atau ibu C sedang ada keluarganya datang berlibur di Saga, bahwa pak ini atau ibu itu sedang ada persoalan yang butuh bantuan atau minimal perhatian kita…

yah ini hanya sekedar potret dari salah satu efek ketiadaan organisasi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Saga, sebuah kota kecil di Jepang. ‘Silutarahmi’ sebuah kata yang selalu diagung-agungkan, tapi inikah potret silaturahmi yang dimaksud??? Bukan sekedar silaturahmi sekelompok orang lalu mengabaikan kelompok lainnya meskipun sesama warga Indonesia?? jangan pakai paspor Republik Indonesia dengan stempel Garuda deh .. 🙂

Nah berikut ini daftar efek kurang baik yang saya pribadi rasakan semenjak ketiadaan organisasi PPI:

– Tidak ada lagi jadwal main badminton rutin tiap minggu yang selama ini dikoordinir PPI. Jadi gak bisa olahraga rutin.. Kemarin aja ikut turnamen bola udah gak pakai nama PPI, tapi atas nama pribadi dan gabung dg temen2 mhs asing lain.

– Tidak ada yang mengkoordinir atau minimal mengingatkan untuk membuat laporan triwulan ke Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Indonesia di Tokyo Japan. Nah lo.. ada yg belum tau kan kalau kita harus buat laporan ke KBRI?

– Kita tidak pernah bisa kumpul2 bersama secara resmi, lalu mengadakan kegiatan bersama-sama atas nama Indonesia, karena tidak ada yang bertanggung jawab untuk mengadakan kegiatan-kegiatan atas nama Indonesia. Minimal kumpul sekali sekedar saling kenal antara warga baru dengan warga lama, itu pun tak ada .. jadi wajar jika sesama WNI di Saga tidak saling kenal. Yang ada sekarang adalah kumpul2 sendiri, grup-grupan, gak koncoan gak diajak atau gak oleh melok, dll..

– Tidak ada yang bertanggung jawab atas kedatangan warga Indonesia khususnya pelajar, di kota Saga ini. Ini bukan sembarang tanggung jawab, karena ini adalah tanggung jawab yang dibebankan oleh PPI Jepang, oleh KBRI, oleh DIKTI dan tentunya oleh NKRI!
(Kemarin sempat kedatangan bapak2 dan ibu2 dosen dr bbrp PT di Indonesia peserta Training JICA pun tidak ada acara penyambutan resmi dari warga RI di Saga)

– Tidak ada yang bertanggung jawab merespon, atau bahwa tidak ada tempat untuk bertanya, jika ada rekan-rekan dari Indonesia yang mau melanjutkan studi di Saga

Poin-poin diatas hanyalah beberapa hal mendasar yang harusnya tidak terjadi jika ada PPI sebagai organisasi resmi yang mengemban tanggungjawab tersebut. Lalu ketika hal-hal mendasar itu saja tak bisa terwujud, bagaimana kita mau berkreasi untuk turut membangun citra yang baik tentang bangsa kita, turut mempromosikan negara dan keragaman budaya kita?

Hmm.. syukur-syukur kemarin masih ada rekan2 yang mau iklas turut tampil sekedar menunjukkan bahwa ‘Indonesia’ masih ada dan bahwa negara kita punya beragam kebudayaan yang seharusnya dibanggakan dan dipromosikan ke warga Jepang.

—————————-

Saya cuma bisa membuat kesimpulan, bahwa ketiadaan organisasi diantara kita justru membuat kondisi pertemanan, rasa kebangsaan, kebersamaan, kekompakan warga Indonesia di Saga, menjadi relatif lebih buruk dari era sebelum organisasi tersebut dibekukan gak jelas seperti sekarang ini. (btw, apakah pembekuan itu sudah diakui oleh PPI Jepang sebagai organisasi induk??? lha kan PPI bukan punya saya dan punya sampeyan2.. kok sa enake dewe main bubar2 ngono..)

lalu.. seperti inikah yang ingin dicapai dari ketiadaan PPI itu?

[Jika ada yang merasa ketiadaan organisasi PPI di Saga adalah POSITIF, silahkan membuat tulisan sendiri dan ceritakan sisi posistifnya]

lalu.. seperti inikah yang ingin dicapai dari ketiadaan PPI itu?

Tags:

Orang Jepang mempunyai tradisi berkiriman kartu pos nengajō (年賀状 , ucapan tahun baru) yang tiba persis tanggal 1 Januari. Kartu pos ucapan tahun baru dijamin sampai ke alamat yang dituju pada tanggal 1 Januari, asalkan dikirim tidak melewati jangka waktu penerimaan yang ditetapkan kantor pos. Penerimaan kartu pos biasanya dimulai pertengahan Desember hingga beberapa hari terakhir sebelum penutupan tahun. Kantor pos membutuhkan pegawai ekstra yang direkrut dari kalangan pelajar, agar semua kartu pos bisa disampaikan tanggal 1 Januari.

Setiap tahunnya, Kantor Pos Jepang memiliki tradisi mencetak kartu pos dengan tema yang berbeda-beda. Kartu pos dihiasi dengan lukisan tempat terkenal di Jepang dan gambar binatang Shio untuk tahun yang baru. Seperti tahun 2010 ini yang menggunakan simbol Shio Macan. Kartu pos tahun baru yang diterbitkan kantor pos juga memiliki nomor undian yang diundi di awal tahun. Penerima kartu pos yang beruntung bisa memenangkan berbagai hadiah berupa barang. Selain di kantor pos, kartu pos ucapan tahun baru juga bisa dibeli di berbagai tempat. Kartu pos yang dijual di toko buku memiliki pilihan gambar yang lebih banyak, tapi sering masih perlu ditempeli prangko.

Kartu pos ucapan tahun baru bisa ditulisi sendiri dengan berbagai pesan dan ucapan. Gambar binatang atau kalimat ucapan standar bisa ditambahkan dengan menggunakan stempel karet beraneka warna yang dijual di toko buku atau stempel yang disediakan di kantor pos. Kartu pos ucapan tahun baru sering digunakan untuk memamerkan kemampuan menulis indah bagi pengirim yang pandai menulis kaligrafi. Pemilik komputer bisa menggunakan perangkat lunak khusus untuk mencetak kartu pos. Bagi orang yang memiliki banyak kenalan dan relasi, kartu pos biasanya sudah ditulisi sejak awal bulan Desember.

Berbagai ucapan selamat tahun baru yang umum:

* Kotoshi mo yoroshiku onegai shimasu (今年もよろしくお願いします )
* Akemashite omedetō gozaimasu (あけましておめでとうございます , Selamat tahun baru)
* Kin-ga shinnen (謹賀新年 , Mengucapkan tahun baru)

Tradisi mengirim nengajou ini diperkirakan sudah dimulai sejak tahun 1949 dan saat ini tiap tahunnya Pos Jepang mencetak sekitar 4 milyar lembar kartu setiap tahunnya. Anda bayangkan saja, katakan tiap tahun cuma terjual 3 milyar lembar (1 lembar = 50 yen) (1yen = Rp.100,-), berapa laba yang bakal diperoleh Pos Jepang?!

Berikut ini daftar link download software dan online learning untuk belajar Bahasa Jepang dan mengenal serta menulis Hiragana dan Katakana.

Kumpulan Software Pelajaran Kanji-Hiragana-Katakana dan Nihongo:

  1. Tejina 1.3 – Belajar menulis Kanji, Hiragana & Katakana.
  2. Read Write Hiragana – Belajar membaca dan menulis Hiragana. Program ini sangat bagus untuk pemula yang ingin belajar mengenal huruf Hiragana dan cara penulisannya. Menulis Hiragana (dan juga Kanji serta Katakana) sudah ada aturannya, bagian mana yang harus ditulis atau digores terlebih dahulu. Readwrite Hiragana merupakan software yang tepat untuk itu. Anak saya Dustin mampu menghafal dan menulis Hiragana dalam waktu kurang dari 2 bulan dengan belajar sendiri menggunakan software ini. (Versi upgrade-nya disini)
  3. Wakan – Kamus English-Japanese yang sangat bagus dan lengkap. Program aplikasi Wakan dapat digunakan sebagai kamus kosa kata English-Japan yang cukup lengkap. Source: Wakan Project.
  4. Learn Japanese Now, program aplikasi belajar bahasa Jepang yang cukup lengkap. Silahkan bisa didownload disini. Ada 2 file yang harus didownload. [1] Learn Japanese [2] Common. Setelah kedua file di download, ekstrak file zip nya, kemudian pindahkan (move atau copy) folder Common ke drive C dari komputer anda.

Link Web Belajar Bahasa Jepang Online:

  1. Genki Japan. http://www.genkijapan.net
  2. Kanji Step. http://www.kanjistep.com/index.html
  3. NHK. http://www.nhk.or.jp/lesson/indonesian/index.html <– Belajar Bahasa Jepang online dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia 🙂
  4. Easy Kanji. http://www.geocities.com/easykanji/

Semoga berguna bagi kita semua yang ingin belajar bahasa Jepang.

Note: Link-link diatas adalah link yang saya peroleh dari hasil searching dengan Google. Konten dari link adalah bukan hak cipta atau milik saya.

Peristiwa sekelompok mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam organisasi Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Saga (PPI Saga) yang sepakat membekukan organisasi PPI Saga bukan saja merupakan isu lokal tapi adalah isu internasional. Bagaimanapun organisasi bernama PPI adalah organisasi resmi perhimpunan mahasiswa Indonesia di negara asing, sehingga peristiwa pembekuan (non-aktif)   untuk jangka waktu tertentu akan menarik perhatian banyak pelajar Indonesia yang sedang studi di luar negeri.

Apa yang sebenaranya terjadi? Mengapa sampai harus dibekukan?

Tulisan berikut ini adalah interpretasi pribadi saya untuk memaparkan kronologis sehingga dicapai kesepakatan tersebut. Walaupun terus terang saja saya pun malu untuk menceritakan ini karena saya adalah juga (mantan) anggota PPI Saga. Dan tanpa bermaksud untuk mendiskreditkan siapa pun atau pun membela siapa pun. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dari kejadian ini.

Saya datang di Saga, yang terletak di pulau Kyushu, selatan Jepang, Oktober 2008 untuk memulai program Doktor saya di Jurusan Information Science, Saga University. Kurang lebih 2 minggu kedatangan saya, diadakan acara LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) pengurus PPI Saga periode sebelumnya dan sekaligus memilih ketua dan pengurus yang baru. Sebagai warga baru, saya dan rekan-rekan yang lain menaruh harapan pada organisasi ini bahwa kami bisa merasakan manfaat yang positif dengan menjadi anggotanya. Walaupun ada sedikit ‘persoalan lama’ tentang adanya anggota yang menyatakan non aktif dari PPI, secara umum kami menganggap tidak ada problem awal dalam organisasi ini.

Enam bulan awal periode kepengurusan PPI Saga yang baru kami lalui dengan berbagai kegiatan yang cukup menyita waktu disela-sela riset/studi kami masing-masing. Walaupun demikian rekan-rekan nampaknya bisa menikmati berbagai kegiatan tersebut. Sejumlah kegiatan yang pernah dilakukan PPI Saga misalnya: acara barbeque Sumpah Pemuda, mengikuti Bazar, menyelenggarakan Korda, sate party, hanami, dll.  Sejumlah rekaman fotonya bisa dilihat di note di facebook saya. Meski demikian sudah tampak kelelahan pada rekan-rekan akan berbagai kegiatan PPI, sehingga kemudian kegiatan organisasi menjadi berkurang bahkan cenderung pasif. Selain juga karena pengurus tidak segera merumuskan kegiatan apa lagi yang harus dilakukan.

Awal mula konflik terjadi, menurut saya, ketika pada bulan Mei 2009, miling list PPI Saga menjadi sangat ramai karena ada beberapa anggota yang meminta klarifikasi, laporan keuangan maupun respon dari pengurus. Tercatat lebih dari 350 email hilir mudik di milis pada bulan tersebut. Pernah dalam 1 hari bahkan hampir mencapai 100 email. Saya dan juga beberapa rekan sebagai warga merasa kaget, ada apa ini? apa benar yang dikatakan teman-teman di milis itu? apa memang pengurus ppi seperti yang ‘dituduhkan’ di milis?. Pengurus kemudian merespon, setelah telah terjadi pembentukan opini maupun (maaf) kata-kata yang bisa menyakiti perasaan seseorang terlontarkan di milis. Kasus ini kemudian berujung pada rapat konsolidasi yang disertai laporang keuangan dan klarifikasi dari pengurus, dan diakhiri dengan salam-salaman dan berpelukan. Situasi PPI menjadi tenang setelah konsolidasi yang berakhir hampir tengah malam tersebut.

Sempat hepi-hepi sejenak ketika kami atas nama PPI ikut dalam turnamen badminton di kampus dan sempat meraih juara 3 bahkan. Situasi PPI kembali panas pada bulan Juli 2009. Kondisi ini juga diawalai dari adanya email dari beberapa rekan yang mempertanyakan beberapa hal terkait ppi kepada pengurus. Hal-hal yang dipersoalkan diantaranya: pembuatan DPT (Daftar Pemilih Tetap) Pemilihan Ketua PPI Jepang (Pemira), dan tentang adanya anggota yang baru masuk lagi ke milis. Topik ini kembali menjadi ramai seperti kasus yang pertama. Ada rekan yang kemudian mengusulkan ide diadakan pemilihan ketua ppi saga (pilkomsat) dalam waktu yang bersamaan dengan pemira pada bulan agustus nanti. Hal ini yang memicu perdebatan baru yang berujung pada inisiatif rekan-rekan untuk mengumpulkan tanda tangan rekan-rekan lain yang setuju untuk mempercepat pilkomsat.

Saya tidak tahu persis apa kemudian yang terjadi atau yang menjadi penyebabnya ketika kemudian terjadi insiden diantara sesama warga ppi yang sempat menimbulkan kontak fisik serta rasa terintimidasi.

Sejumlah kejadian diatas membuat warga secara umum menjadi tidak simpatik dengan yang namanya ppi. Pertama warga merasa sangat tidak nyaman dengan apa yang terjadi di milis. Dan kedua dengan adanya insiden yang tidak pantas terjadi diantara sesama mahasiswa dengan tingkat intelektualitas yang tinggi.

Pengurus PPI kemudian mengadakan forum rapat anggota dengan tema konsolidasi untuk membahas hal-hal yang terjadi dalam organisasi ini. Semua warga diberi kesempatan berbicara dan menyampaikan unek-uneknya. Salah satu opini yang menjadi acuan adalah: ppi tidak dapat melindungi keamanan warganya sehingga sebaiknya dibekukan saja. Forum akhirnya sampai pada kesepakatan apakah perlu dilakukan voting untuk menentukan apakah organisasi ppi ini diteruskan atau dibekukan. Voting pertama mayoritas (13 dari 19) menyatakan setuju untuk voting, dan voting kedua mayoritas (13 dari 19) menyatakan setuju untuk dibekukan. Forum kemudian mufakat untuk membekukan untuk jangka waktu 1 tahun periode kepengurusan, serta bagaimana selanjutnya untuk proses pembekuan organisasi dan pengaktifan kembali.

Dan sejak saat itulah PPI Saga tercatat dalam sejarah sebagai organisasi perhimpunan pelajar Indonesia yang membekukan organisasi mereka sendiri atas dasar kesepakatan bersama, dengan pertimbangan demi kebaikan ke depan dan mengilangkan segala dendam yang ada (?).

===============

Sebagai anak bangsa, saya sedih dan kecewa atas keputusan yang telah diambil dimana saya pun harus bisa menerima keputusan tersebut. Sedih karena kita seolah-olah bunuh diri, atau harakiri kata orang Jepang, kecewa karena kita tidak mampu menyelesaikan persoalan dengan tetap menjaga keutuhan organisasi. Saya mengibaratkan bahwa kita mencoba membunuh tikus di dalam rumah dengan membakar rumah kita.. maka kita pun ikut mati didalamnya.. (atau justru kita lari meninggalkan rumah tersebut sambil berkata, bukan rumahku aja kok.. biarin aja terbakar..)

=====

Dan sekali lagi, tanpa bermaksud mendiskreditkan siapa pun ataupun membela siapapun, ada hal-hal yang masih mengganjal dan tampak janggal bagi saya yaitu:

  1. Mengapa isu semula tentang mempercepat pilkomsat lalu berubah menjadi pembekuan organisasi?
  2. semua menggunakan alasan “ingin memperbaiki ppi ke depan” tetapi justru kita membuyarkan apa yang mau kita perbaiki?
  3. apakah benar logika bahwa  ‘ ppi tidak mampu menjaga keselamatan warganya’  sehingga harus ‘dibekukan’? apakah dengan ppi dibekukan lalu keselamatan kita otomatis juga terjamin?
  4. Mengapa alasan ‘masa lalu’ membuat kami yang ‘masa kini’ ikut menjadi korban? korban karena kami masih mau berorganisasi dengan sehat tanpa diracuni alasan2 klasik ‘masa lalu’
  5. siapa yang akan bertanggung jawab secara formal untuk membantu atas kedatangan mahasiswa baru di Saga nanti?
  6. siapa yang bertanggung jawab mengkoordinir kita sesama warga Indonesia untuk kegiatan2 atau acara2 yang terkait dengan bangsa kita, seperti 17an, pemira, hari-hari besar, dll. (atau memang kita sudah –dont care-)

hmm.. banyak hal yang mengganggu pikiran saya karena kejadian hari ini, saya menulis ini semua untuk melepaskan apa yang ada di pikiran saya, supaya saya bisa tetap fokus pada penelitian saya besok..

Semoga masih ada semangat kekeluargaan dan semangat Indonesia Raya dalam diri kita wahai saudaraku sesama anak bangsa di negeri orang. Dan tidak ada rasa kecurigaan, kecemburuan maupun kedengkian di antara kita.

semua kembali kepada niat.. Wallahualam..

(Sagashi, 12 Juli 2009)

Tepat hari ini, Minggu 12 Juli 2009, sekitar pukul 17.00 waktu Saga, forum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Komisariat Saga Jepang sepakat untuk membekukan organisasi PPI Saga untuk waktu minimal 1 tahun ke depan. Maka dengan ini PPI Saga dinyatakan almarhum atas kesepakatan berama melalui polling yang dilakukan dalam acara pertemuan dengan tema ‘konsolidasi’.

Perhimpunan Pelajar Indonesia yang mungkin terdapat di setiap negara sebagai wadah bagi anak-anak bangsa yang sedang studi pada negara tersebut, untuk berorganisasi, saling tolong menolong, dan dalam suasana kekeluargaan, sekaligus juga sebagai duta bangsa yang mengenalkan bangsa Indonesia kepada dunia luar, itu semua sudah tidak ada lagi di kota Saga, Japan. Tempat dimana aku berada dan menuntut ilmu.

Saga tak lagi punya perhimpunan mahasiswa yang bisa menjadi ajang bagi para anggotanya untuk bersama-sama beraktifitas. Tak ada lagi yang siap secara resmi membantu para calon mahasiswa yang baru datang di kota kami ini. Dan mungkin juga perayaan 17 Agustus besok akan berlalu begitu saja tanpa kegiatan apa-apa.

Semua berakhir atas nama ‘konflik masa lalu’, atas nama ‘kekisruhan di milis’ dan bukan atas nama cinta. Ibarat tinggal di rumah susun dan mendapat teror dari tetangga sesama penghuni rumah susun maka kami putuskan untuk membakar rumahnya. Kami tak lagi punya rumah sekarang..  paling tidak untuk waktu 1 tahun ke depan.

Tags:

Image0070Dustin Hazeldo anakku, 4 tahun lebih 3 bulan, sudah bisa membaca dan menulis Hiragana dengan cukup lancar. Kemampuan tersebut dicapai hanya dalam waktu 2 bulan sejak berada di Jepang dan mulai mempelajari Hiragana dan juga Kanji. Kemampuan yang luar biasa untuk ukuran anak-anak bahkan orang dewasa mengingat banyak orang dewasa (non Jepang) yang kesulitan menghafal Hiragana. Di Jepang sendiri, Hiragana baru diajarkan di sekolah dasar.

Hiragana adalah salah satu sistem alfabet dalam bahasa Jepang. Jepang menggunakan 3 macam jenis alfabet yaitu: Kanji yang berasal dari karakter kanji China; Hiragana dan Katakana. Hiragana terdiri dari 46 karakter + 25 kombinasinya.

Bagaimana anak berumur 4 tahun bisa secepat itu menghafal, menulis dan membaca Hiragana? Selain karena daya ingat yang baik serta ketertarikan Dustin untuk mempelajari bentuk-bentuk karakter huruf Hiragana, dia terbantukan oleh beberapa software untuk belajar Hiragana. Software tersebut saya sharing juga disini. Dustin setiap hari asyik sendiri belajar dengan software-software tersebut, terkadang sampai berjam-jam di depan komputer. Kami, orangtunya tidak pernah memaksa atau menyuruhnya mempelajari sesuatu, justru kadang kami biingung bagaimana membatasi Dustin dari ketertarikannya akan hal-hal yang mungkin belum pantas untuk anak seusianya. Gambar berikut adalah contoh tulisan Hiragana Dustin di komputer menggunakan program Paint.

hiraganaabangSungguh karunia Allah atas kemampuan yang dimiliki anak kami. Puji syukur pada Allah yang memberikan kemampuan tersebut pada Dustin. Semoga kelak menjadi anak yang sholeh, rendah hati dan bisa berguna bagi umat. Kami cuma berharap dia tumbuh normal seperti anak-anak yang lain dan bisa bermain bergembira sebagaimana anak-anak usianya.


Arsip Postingan

Internet Sehat

Internet Sehat

Visitor

Bisnis mudah di Internet

Mau Nonton Film?

ayocarilogomovie

Pengen Punya Domain sendiri???

CO.CC:Free Domain

Blog Stats

  • 51,325 hits

Flickr Photos

EnsikloNesia