Emang Blog

Kronologis Pembekuan PPI Saga

Posted on: July 13, 2009

Peristiwa sekelompok mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam organisasi Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Saga (PPI Saga) yang sepakat membekukan organisasi PPI Saga bukan saja merupakan isu lokal tapi adalah isu internasional. Bagaimanapun organisasi bernama PPI adalah organisasi resmi perhimpunan mahasiswa Indonesia di negara asing, sehingga peristiwa pembekuan (non-aktif)   untuk jangka waktu tertentu akan menarik perhatian banyak pelajar Indonesia yang sedang studi di luar negeri.

Apa yang sebenaranya terjadi? Mengapa sampai harus dibekukan?

Tulisan berikut ini adalah interpretasi pribadi saya untuk memaparkan kronologis sehingga dicapai kesepakatan tersebut. Walaupun terus terang saja saya pun malu untuk menceritakan ini karena saya adalah juga (mantan) anggota PPI Saga. Dan tanpa bermaksud untuk mendiskreditkan siapa pun atau pun membela siapa pun. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dari kejadian ini.

Saya datang di Saga, yang terletak di pulau Kyushu, selatan Jepang, Oktober 2008 untuk memulai program Doktor saya di Jurusan Information Science, Saga University. Kurang lebih 2 minggu kedatangan saya, diadakan acara LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) pengurus PPI Saga periode sebelumnya dan sekaligus memilih ketua dan pengurus yang baru. Sebagai warga baru, saya dan rekan-rekan yang lain menaruh harapan pada organisasi ini bahwa kami bisa merasakan manfaat yang positif dengan menjadi anggotanya. Walaupun ada sedikit ‘persoalan lama’ tentang adanya anggota yang menyatakan non aktif dari PPI, secara umum kami menganggap tidak ada problem awal dalam organisasi ini.

Enam bulan awal periode kepengurusan PPI Saga yang baru kami lalui dengan berbagai kegiatan yang cukup menyita waktu disela-sela riset/studi kami masing-masing. Walaupun demikian rekan-rekan nampaknya bisa menikmati berbagai kegiatan tersebut. Sejumlah kegiatan yang pernah dilakukan PPI Saga misalnya: acara barbeque Sumpah Pemuda, mengikuti Bazar, menyelenggarakan Korda, sate party, hanami, dll.  Sejumlah rekaman fotonya bisa dilihat di note di facebook saya. Meski demikian sudah tampak kelelahan pada rekan-rekan akan berbagai kegiatan PPI, sehingga kemudian kegiatan organisasi menjadi berkurang bahkan cenderung pasif. Selain juga karena pengurus tidak segera merumuskan kegiatan apa lagi yang harus dilakukan.

Awal mula konflik terjadi, menurut saya, ketika pada bulan Mei 2009, miling list PPI Saga menjadi sangat ramai karena ada beberapa anggota yang meminta klarifikasi, laporan keuangan maupun respon dari pengurus. Tercatat lebih dari 350 email hilir mudik di milis pada bulan tersebut. Pernah dalam 1 hari bahkan hampir mencapai 100 email. Saya dan juga beberapa rekan sebagai warga merasa kaget, ada apa ini? apa benar yang dikatakan teman-teman di milis itu? apa memang pengurus ppi seperti yang ‘dituduhkan’ di milis?. Pengurus kemudian merespon, setelah telah terjadi pembentukan opini maupun (maaf) kata-kata yang bisa menyakiti perasaan seseorang terlontarkan di milis. Kasus ini kemudian berujung pada rapat konsolidasi yang disertai laporang keuangan dan klarifikasi dari pengurus, dan diakhiri dengan salam-salaman dan berpelukan. Situasi PPI menjadi tenang setelah konsolidasi yang berakhir hampir tengah malam tersebut.

Sempat hepi-hepi sejenak ketika kami atas nama PPI ikut dalam turnamen badminton di kampus dan sempat meraih juara 3 bahkan. Situasi PPI kembali panas pada bulan Juli 2009. Kondisi ini juga diawalai dari adanya email dari beberapa rekan yang mempertanyakan beberapa hal terkait ppi kepada pengurus. Hal-hal yang dipersoalkan diantaranya: pembuatan DPT (Daftar Pemilih Tetap) Pemilihan Ketua PPI Jepang (Pemira), dan tentang adanya anggota yang baru masuk lagi ke milis. Topik ini kembali menjadi ramai seperti kasus yang pertama. Ada rekan yang kemudian mengusulkan ide diadakan pemilihan ketua ppi saga (pilkomsat) dalam waktu yang bersamaan dengan pemira pada bulan agustus nanti. Hal ini yang memicu perdebatan baru yang berujung pada inisiatif rekan-rekan untuk mengumpulkan tanda tangan rekan-rekan lain yang setuju untuk mempercepat pilkomsat.

Saya tidak tahu persis apa kemudian yang terjadi atau yang menjadi penyebabnya ketika kemudian terjadi insiden diantara sesama warga ppi yang sempat menimbulkan kontak fisik serta rasa terintimidasi.

Sejumlah kejadian diatas membuat warga secara umum menjadi tidak simpatik dengan yang namanya ppi. Pertama warga merasa sangat tidak nyaman dengan apa yang terjadi di milis. Dan kedua dengan adanya insiden yang tidak pantas terjadi diantara sesama mahasiswa dengan tingkat intelektualitas yang tinggi.

Pengurus PPI kemudian mengadakan forum rapat anggota dengan tema konsolidasi untuk membahas hal-hal yang terjadi dalam organisasi ini. Semua warga diberi kesempatan berbicara dan menyampaikan unek-uneknya. Salah satu opini yang menjadi acuan adalah: ppi tidak dapat melindungi keamanan warganya sehingga sebaiknya dibekukan saja. Forum akhirnya sampai pada kesepakatan apakah perlu dilakukan voting untuk menentukan apakah organisasi ppi ini diteruskan atau dibekukan. Voting pertama mayoritas (13 dari 19) menyatakan setuju untuk voting, dan voting kedua mayoritas (13 dari 19) menyatakan setuju untuk dibekukan. Forum kemudian mufakat untuk membekukan untuk jangka waktu 1 tahun periode kepengurusan, serta bagaimana selanjutnya untuk proses pembekuan organisasi dan pengaktifan kembali.

Dan sejak saat itulah PPI Saga tercatat dalam sejarah sebagai organisasi perhimpunan pelajar Indonesia yang membekukan organisasi mereka sendiri atas dasar kesepakatan bersama, dengan pertimbangan demi kebaikan ke depan dan mengilangkan segala dendam yang ada (?).

===============

Sebagai anak bangsa, saya sedih dan kecewa atas keputusan yang telah diambil dimana saya pun harus bisa menerima keputusan tersebut. Sedih karena kita seolah-olah bunuh diri, atau harakiri kata orang Jepang, kecewa karena kita tidak mampu menyelesaikan persoalan dengan tetap menjaga keutuhan organisasi. Saya mengibaratkan bahwa kita mencoba membunuh tikus di dalam rumah dengan membakar rumah kita.. maka kita pun ikut mati didalamnya.. (atau justru kita lari meninggalkan rumah tersebut sambil berkata, bukan rumahku aja kok.. biarin aja terbakar..)

=====

Dan sekali lagi, tanpa bermaksud mendiskreditkan siapa pun ataupun membela siapapun, ada hal-hal yang masih mengganjal dan tampak janggal bagi saya yaitu:

  1. Mengapa isu semula tentang mempercepat pilkomsat lalu berubah menjadi pembekuan organisasi?
  2. semua menggunakan alasan “ingin memperbaiki ppi ke depan” tetapi justru kita membuyarkan apa yang mau kita perbaiki?
  3. apakah benar logika bahwa  ‘ ppi tidak mampu menjaga keselamatan warganya’  sehingga harus ‘dibekukan’? apakah dengan ppi dibekukan lalu keselamatan kita otomatis juga terjamin?
  4. Mengapa alasan ‘masa lalu’ membuat kami yang ‘masa kini’ ikut menjadi korban? korban karena kami masih mau berorganisasi dengan sehat tanpa diracuni alasan2 klasik ‘masa lalu’
  5. siapa yang akan bertanggung jawab secara formal untuk membantu atas kedatangan mahasiswa baru di Saga nanti?
  6. siapa yang bertanggung jawab mengkoordinir kita sesama warga Indonesia untuk kegiatan2 atau acara2 yang terkait dengan bangsa kita, seperti 17an, pemira, hari-hari besar, dll. (atau memang kita sudah –dont care-)

hmm.. banyak hal yang mengganggu pikiran saya karena kejadian hari ini, saya menulis ini semua untuk melepaskan apa yang ada di pikiran saya, supaya saya bisa tetap fokus pada penelitian saya besok..

Semoga masih ada semangat kekeluargaan dan semangat Indonesia Raya dalam diri kita wahai saudaraku sesama anak bangsa di negeri orang. Dan tidak ada rasa kecurigaan, kecemburuan maupun kedengkian di antara kita.

semua kembali kepada niat.. Wallahualam..

(Sagashi, 12 Juli 2009)

1 Response to "Kronologis Pembekuan PPI Saga"

Saya mantan anggota PPI saga yang baru pulang Pak.

Selama saya disana memang ada 2-3 orang pengacau yang sejak lama memang sok pintar berorganisasi, sok tua, sok paling berpengalaman, sok paling bener dan alim dan sok kalau pulang mau jadi menteri hehehehehhehe…

Yach wajarlah namanya masih pada muda, jalan masih panjang, nanti dengan sendirinya kenyang dengan pengalaman.

Salam dari Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Arsip Postingan

Internet Sehat

Internet Sehat

Visitor

Bisnis mudah di Internet

Mau Nonton Film?

ayocarilogomovie

Pengen Punya Domain sendiri???

CO.CC:Free Domain

Blog Stats

  • 49,038 hits

Flickr Photos

Sol Duc Falls

Back to forest

Prairie Falcon 2016

More Photos

EnsikloNesia

%d bloggers like this: