Emang Blog

Pengalaman Kerja Part Time di Perusahaan Laundry Japan

Posted on: June 9, 2009

ArubaitoMencari kerja part time (Arubaito) di Japan bisa dibilang susah-susah mudah. Susah kalau kita tidak bisa bahasa Jepang (Nihon-go), tapi cukup mudah jika kita punya kemampuan Nihon-go atau minimal bisa membaca tulisan Jepang (kanji, hiragana & katakana). Informasi lowongan pekerjaan part-time maupun yang full time tersedia cukup banyak pada majalah khusus info kerja, maupun melalui website dan papan pengumuman. Sayangnya informasi tersebut menjadi tidak berarti kalau kita gak bisa baca, atau kalaupun bisa baca tapi gak ngerti. Biasanya pelamar kerja akan diwawancara terlebih dahulu yang tentunya dengan Nihongo. Cara lain untuk bisa kerja part time adalah memanfaatkan koneksi alias pertemanan.

Bagi warga asing khususnya mahasiswa jika ingin bekerja part time harus mengurus surat ijin di kantor Imigarasi setempat. Kampus kami membantu menguruskan surat tersebut dengan hanya mengisi formulir serta menunjukkan passport. Proses pengurusan ijinnya selesai dalam 1 minggu. Kita dibolehkan bekerja dimana saja selain di club malam atau arena bermain game (Pachinko).

Beruntung pada liburan musim dingin (fuyu yasumi) lalu saya mendapat kesempatan untuk kerja part time di sebuah perusahaan laundry (sentaku) di Saga. Kesempatan in saya dapatkan dari ajakan rekan dari Indonesia juga yang sama-sama kuliah di Saga Daigaku. Perusahaan tampat kami bekerja adalah sebuha perusahaan laundry yang cukup besar yang juga memperkerjakan banyak orang asing (khususnya mahasiswa asing). Tapi jangan dibayangkan seperti tempat laundry di Indonesia yang menggunakan mesin cuci biasa, disini mesin cucinya bisa sebesar ruangan kamar mandi. Perusahaan ini melayani pencucian untuk seprei, sarung bantal, baju tidur (yukata), taplak meja, dan lain-lain yang merupakan order oleh Hotel, Restauran atau Rumah Sakit setempat.

Proses yang dilakukan dalam pekerjaan ini adalah dimulai dari mencuci, mengeringkan, menyetrika dan melipat. Simple, tapi dikerjakan oleh mesin-mesin khusus yang cukup besar. Para pekerja bertugas untuk memasukkan ke mesin-mesin tersebut. Setiap proses ditangani oleh petugasnya masing yang terdiri dari 4-8 orang. Pekerjaan yang lumayan capek secara fisik dan bener-bener seperti kuli deh rasanya. Saya pernah di bagian angkat seprei sampai akhirnya fasih di bagian memasukan sarung bantal ke mesin penyetrika. Bagian ini disebut bagian ‘pillow‘, dimana ada 4 orang yang semuanya mahasiswa asing, ada dari Bangladesh, Nepal dan Indonesia, sampai-sampai bagian kami menyebut bagian ini adalah International University of Pillow. 🙂

Perusahaan memberikan kesempatan kepada mahasiwa asing untuk bekerja pada hari Sabtu dan Minggu, atau pada setiap hari selama musim liburan. Kerja dmulai pukul 8.45 pagi sampai 16.45 sore dengan istirahat makan siang dan break 15 menit pada jam 15.00. Untuk menuju lokasi perusahaan, disediakan bis jemput yang menjemput di area stasiun kereta (eki) sekitar jam 7.30 pagi. Perjalanan dari eki ke kantor dengan bus cukup jauh, ditempuh dalam 45 menit. Bisa dibayangkan kalau saat musim dingin, dimana suhu bisa mencapai 0 derajat, sudah harus berangkat pagi-pagi (jam 6) dari rumah bersepeda sekitar 20 menit ke stasiun. Jangan sampai terlambat, karena kita harus tau budaya orang Jepang yang sangat menghargai waktu.

Ada hal menarik yang saya amati selama bekerja di perusahaan tersebut. Nampaknya mereka memberikan peluang bagi warga Jepang yang ‘sedikit’ mengalami gangguan fisik atau mental untuk dapat diterima bekerja di perusahaan tersebut. Saya baru menyadari hal ini setelah mengamati ‘keanehan’ dari sejumlah rekan kerja, misalnya ada yang cacat fisik, kesulitan bicara, hingga yang hiperaktif, suka ngomong sendiri, tiba-tiba nari-nari sendiri.. Ternyata walaupun mereka bisa dianggap cacat tetapi semangat untuk bekerja dan tidak mau menggantungkan hidup pada orang lain merupakan suatu sikap yang patut dicontoh. Pemerintah Jepang melalui perusahaan2 seperti ini juga memberi kesempatan kepada warganya yang ‘kurang’ normal untuk dapat bekerja dan berkarya layaknya manusia ‘normal’. Kalau dipikir-pikir, kami-kami yang warga asing juga bisa dianggap cacat sehingga boleh bekerja disitu, ya.. cacat finansial🙂

Sayangnya saya hanya diberi kesempatan bekerja selama liburan musim dingin (2 minggu). Bahkan kemudian rekan-rekan mahasiswa asing yang masih diterima bekerja pada weekend-pun semua diberhentikan dengan alasan ekonomi lagi sulit, sehingga orderan pekerjaan berkurang. Kesempatan untuk bekerja seperti itu mungkin belum tentu bisa didapatkan lagi. Ya, setidaknya saya pernah punya pengalaman jadi kuli di Jepang dengan orang-orang kurang ‘normal’, kesempatan praktek Nihongo langsung dengan orang Jepang, dan merasakan kerja di Jepang dengan bayaran yang terhitung lumayan, jika dibandingkan 2 hari kerja disini kira-kira setara UMR satu bulan buruh di Malang. Tapi uang segitu juga cuman separuh dari harga sewa tempat tinggal di Saga.🙂

3 Responses to "Pengalaman Kerja Part Time di Perusahaan Laundry Japan"

memang harga sewa tempat tinggalnya berapa mas?
per bulan atau per hari?

per bulan, yang paling murah sekitar 25.000 Yen, kalau standar orang Jepang malah yang 50.000-70.000 per bulan

jadi gaji 4 hari bisa utk biaya kos 1 bln gt?
nihon e ikitain desu yoooooooooooooooooooooooooooo
itsuuuuuuuuuuu…
wakannai
demo I’ll do the bestofme…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Arsip Postingan

Internet Sehat

Internet Sehat

Visitor

Bisnis mudah di Internet

Mau Nonton Film?

ayocarilogomovie

Pengen Punya Domain sendiri???

CO.CC:Free Domain

Blog Stats

  • 49,038 hits

Flickr Photos

Sol Duc Falls

Back to forest

Prairie Falcon 2016

More Photos

EnsikloNesia

%d bloggers like this: