Emang Blog

Let’s put a “shark” in our (career) life

Posted on: December 18, 2008

Just repost, story about ‘Nelayan Jepang’, bagaimana mereka bisa membuat ikan yang ditangkap di lepas pantai yang jauh dari jepang bisa tiba di jepang tetap dalam keadaan segar.
———————

Orang Jepang sejak lama menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan yang  tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini. Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan bertambah lebih besar dari sebelumnya. Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama  waktu yang dibutuhkan untuk membawa hasil tangkapan itu ke daratan. Jika  perjalanan pulang mencapai beberapa hari, ikan tersebut tidak segar lagi. Orang Jepang tidak menyukai rasanya. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan  perikanan memasang freezer di kapal mereka. Mereka akan menangkap ikan dan langsung membekukannya di laut.

Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan lama. Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan segar dan beku, dan mereka tidak menyukai ikan beku. Ikan beku harganya menjadi lebih murah. Sehingga perusahaan perikanan memasang tangki-tangki  penyimpan ikan di kapal mereka. Para nelayan akan menangkap ikan dan langsung menjejalkannya ke dalam tangki hingga berdempet-dempetan. Setelah selama beberapa saat saling bertabrakan, ikan-ikan tersebut berhenti bergerak.

Mereka kelelahan dan lemas, tetapi tetap hidup. Namun, orang Jepang masih tetap dapat merasakan perbedaannya. Karena ikan tadi tidak bergerak selama berhari-hari, mereka kehilangan rasa ikan segarnya. Orang Jepang menghendaki rasa ikan segar yang lincah, bukan ikan yang lemas. Bagaimanakah perusahaan perikanan Jepang mengatasi masalah ini?

Bagaimana mereka membawa ikan dengan rasa segar ke Jepang? Jika anda menjadi konsultan bagi industri perikanan, apakah yang anda rekomendasikan?

RENUNGKAN…

Begitu anda mencapai tujuan-tujuan anda, seperti mendapatkan jodoh – memulai perusahaan yang sukses – membayar hutang-hutang anda – atau apapun, anda dapat kehilangan gairah anda. Anda tidak perlu bekerja demikian keras sehingga anda bersantai. Anda mengalami masalah yang sama dengan para pemenang lotere yang menghabiskan uang mereka, pewaris kekayaan yang tidak pernah tumbuh dewasa, dan para ibu rumah tangga jemu yang kecanduan obat-obatan resep. Seperti masalah ikan di Jepang tadi, solusi terbaiknya sederhana. Hal ini diamati oleh L. Ron Hubbard di awal 1950-an.

“Orang berkembang, anehnya, hanya dalam kondisi lingkungan yang menantang” -L. Ron Hubbard.

Keuntungan dari sebuah Tantangan:
Semakin cerdas, tabah dan kompeten diri anda, semakin anda menikmati masalah yang rumit. Jika takarannya pas, dan anda terus menaklukan tantangan tersebut, anda akan bahagia. Anda akan memikirkan tantangan-tantangan tersebut dan merasa bersemangat. Anda tertarik untuk mencoba solusi-solusi baru. Anda senang. Anda hidup! Bagaimana Ikan Jepang Tetap Segar?

Untuk menjaga agar rasa ikan tersebut tetap segar, perusahaan perikanan Jepang tetap menyimpan ikan di dalam tangki. Tetapi kini mereka memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam masing-masing tangki. Memang ikan hiu akan memakan sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan sampai dalam kondisi yang sangat hidup.  Ikan-ikan tersebut tertantang.

Renungan:
Jangan menghindari tantangan, melompatlah ke dalamnya dan taklukanlah. Nikmatilah permainannya. Jika tantangan anda terlalu besar atau terlalu banyak, jangan menyerah. Kegagalan jangan membuat anda lelah, sebaliknya, atur kembali strategi. Temukanlah lebih banyak keteguhan, pengetahuan, dan bantuan. Jika anda telah mencapai tujuan anda, rencanakanlah tujuan yang lebih besar lagi. Begitu kebutuhan pribadi atau keluarga anda terpenuhi, berpindahlah ke tujuan untuk kelompok anda, masyarakat, bahkan umat manusia. Jangan ciptakan kesuksesan dan tidur di dalamnya. Anda memiliki sumber daya,  keahlian, dan kemampuan untuk membuat perubahan.

Jadi, masukkanlah seekor ikan hiu di tangki anda dan lihat seberapa jauh yang dapat anda lakukan dan capai !

Tags:

5 Responses to "Let’s put a “shark” in our (career) life"

metode sederhana, tapi sangat efektif. cara ini kadang saya terapkan kepada mahasiswa dengan sering memberi tugas yang menantang mereka

masih semangat 45 aja bapak satu ini, sayang pas saya di malang sampean malah di jepang pak. jangan2 liat MU maen tadi pak.

Mudah-mudahan dengan tantangan yang selalu diberikan akan memunculkan feedback tantangan pula terhadap bapak sehingga KBM akan semakin berwarna dan dinamis.

salam kafet.net

berguna artikel nya…thanks mang…

Tantangan juga dapat membuktikan bahwa batas ambang kemampuan kita sebenarnya jauh diatas batas kemampuan yang kita sadari. Ini dapat mengoptimalkan kita dalam berusaha dan melakukan hal-hal yang tampak tidak mampu kita lakukan…

Good article, sir.

Mang, yang dimakan orang Jepang bukan cuma ikan, mereka juga makan lumba-lumba. Bahkan pemerintah membuka kesempatan selama 6 bulan utk membantai 23 ribu lumba-lumba, untuk konsumsi resto lokal. They were smart, but sadistic too.
Jadi ikan hiu memang perlu, but I prefer to be Orca, paus pembunuh. Kita tak perlu buas, hanya perlu lebih berakal, sehingga orang yg mau kita perintah tdk tahu kalo kita pun sebenarnya under pressure too.
Mang, cariin kitab Hitenmitsurugi-nya Kenshin, biar kita belajar mengalahkan musuh tanpa pernah membunuhnya.
Keep rockin’, brother.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Arsip Postingan

Internet Sehat

Internet Sehat

Visitor

Bisnis mudah di Internet

Mau Nonton Film?

ayocarilogomovie

Pengen Punya Domain sendiri???

CO.CC:Free Domain

Blog Stats

  • 49,038 hits

Flickr Photos

Sol Duc Falls

Back to forest

Prairie Falcon 2016

More Photos

EnsikloNesia

%d bloggers like this: