Emang Blog

Beda Kantin Jepang dan kantin Indonesia

Posted on: December 17, 2008

Orang jepang terbiasa untuk tidak menyusahkan orang lain. Contoh sederhana yang terjadi di kantin kampus di Saga Daigaku (university), dan mugkin juga sama dg tempat makan lain di jepang. Yang pertama budaya antri pasti jauh lebih tertib dan terbiasa disini dari pada di negaraku tercinta Indonesia. Jadi setelah ngantri dan memesan/mengambil makanan (ada yg bisa diambil sendiri) dengan tertib, silahkan langsung dibayar. Model seperti ini mungkin sudah banyak di restoran-restoran cepat saji di indonesia, tapi yang jelas beda banget dengan kantin teknik ub (Kafet) yang kalau mau pesen makanan harus rebut-rebutan pesen, kadang bisa lama banget and bayarnya bisa setelah makan.

Setelah abis makan, hal mencolok yang terlihat berbeda dengan budaya kita adalah, disini setelah makan piring-gelas-sendok-dll harus dibawa langsung ke bagian pembersihan, sebelumnya jangan lupa kursi dirapikan lagi, dan sisa-sisa makanan sebaiknya dibersihkan dari meja. Tidak sekedar mengantarkan, tapi ada kantin yang mengharuskan kita menaruh sendok dan gelas pada bagian terpisah, jadi langsung dipisahkan agar mudah untuk dicuci. Dan sebelumnya juga jangan lupa untuk membuang sisa-sisa makanan di tempat sampah yang disediakan.

Deuh coba bayangkan dengan kantin kita di Kafet, abis makan dibiarin aja, ntar ada mbaknya yang bersihin, udah gitu sisa makanan bisa kemana-mana dan tumpahan kopi dimana-mana🙂

Satu hal lagi, di kantin sini tidak diperbolehkan merokok di dalam ruangan, kalau mau merokok sudah disediakan tempat khusus di luar atau di pojokan, dan tidak boleh merokok selain di area itu. Wah kalau peraturan ini berlaku di Kafet dijamin deh bakal sepi, soalnya pelanggan utamanya pada perokok berat semua.

So, kalau sempat ke jepang dan makan di kantin (sukudo) sini jangan lupa ya kalau abis makan semua perlengkapan makan kudu diantar kembali dan meja kursi kudu dibersihkan sendiri🙂 ojok ngerepoti wong🙂

10 Responses to "Beda Kantin Jepang dan kantin Indonesia"

Wah pak, kpn ya kafet bs gitu…

Di Jepang ada yg pesen secangkir kopi trus duduk di meja yg sama dr pagi sampe sore nggak ya?

Trus klo mslh rokok, sebenarnya selama disediakan ruang merokok yg memadai (secara kualitas dan kuantitas) saya sebagai perokok sih setuju aja dgn rencana ‘penertiban’ perokok di tempat umum. Cm ya jgn dilarang tp gak ada tempat merokok yg memadai donk. Ingat pajak rokok besar lo sumbangannya thdp APBN:)

Boleh donk pak cerita2 lain seputar budaya di Jepang…

Dan kebiasaan di kantin jepang sebenernya bisa kita liat bedanya ketika kita ada restoran cepat saji di indonesia. Dimana orang bule setelah makan pasti akan membuang sisa makanan/ kardus di tempat sampah dan meletakkan bakinya di atas rak tempat sampah, orang indonesia yo ditinggal gledak hahaha

Itu yang masih saya lakukan jika saya makan di restoran cepat saji dengan anak istri.Isin ambek bule hehehe

disini tempat buat merokok cukup memadai kok, dan bisa buat cangkruk sambil ngopi..😉

cuman kalau pesen kopi satu trus dari pagi sampai sore di kantin kayaknya cuman ada di Kafet deh.. kalau disini pasti dianggap wong gendeng atau gak ono kerjaan..😛

budaya-budaya seperti ini seringkali dipandang remeh oleh masyarakat kita pak.
entah apa yang bersemayam di pikiran kita sampai kadang2 berasa “kok segitu bebalnya kita kalo dikasi tau perubahan yg baik ya?”
sebenarnya edukasi2 macam yang bapak lakukan ini sudah sangat banyak ditemui di sini, tapi tetap saja anjing menggonggong kafilah berlalu.
saya menyaksikan sendiri perilaku bule yang membuang sampah sisa makanannya sendiri setelah bersantap di sebuah restoran cepat saji. sementara di sebelahnya ada pribumi yang bertindak sebaliknya, pesen makanan buanyak, hampir semua tidak habis, dan sisa makanannya berceceran begitu saja di meja waktu mereka pulang. fiuhh..
belum lagi soal polusi. saya mengalaminya sendiri. sejak setaun lalu saya menggunakan sepeda sebagai kendaraan default saya (motor & mobil jadi secondary vehicle aja). berhubung saya menggunakan sepeda tidak hanya untuk ke kampus, jadilah saya mendapatkan komentar beragam dari orang2 dengan latar belakang beragam pula tentang kebiasaan baru saya bepergian dengan sepeda. kakak perempuan ibu saya (budhe) yang memang not-well-enough-educated (hehe, maksa) berkomentar : “waduh, kasian rek ponakanku, saking ngiritnya, biar bisa jajan ya?” GRRMMBLBBHH…
eh, ternyata pas saya ke kampus, ada seorang teman -yang tentunya cukup terpelajar, mengingat dia anak kampus- ngeledek, “gak kuat beli bensin to yar?kasian amat”
parahnya, argumen dan edukasi yang saya beri sebagai respon dari komentar mereka dibantah habis2an, sangat mengesankan bahwa mereka defensif terhadap pemahaman baru seperti ini..

fuhh..
*pengen nangis*

Mgkn sudah sifat orang jepang pak, tertib.

Pada saat Kawasaki Frontale ke Indonesia, melawan AREMA di Gajayana dlm Liga CHampions Asia..

Saya baca di koran (lupa saya, entah Malang Post atau Radar Malang), bahwa saat latian di stadion Gajayana, pemain2 Kawasaki Frontale klo haus minum air aqua gelasan, klo gak habis, misale tinggal separo, ditaruh lagi, diingat2 tempatnya, ntr lek mau minum lg, dihabisin yang tinggal separo tadi..
Jadi gak mbuak air blas..

Dan pada saat latian usai, semua perangkat tim, dari pelatih, asisten pelatih, pemain, smua bersih2 lapangan dari gelas2 aqua dll, dan dikumpulkan jadi satu dan dibuang ditempat sampah..

Nah, setelah mereka pulang dari latian, tukang bersih2 lapangan/pasukan kuning kan masuk,,, dia terheran2, habis dipake latian kok lapangan tetep bersih seperti sedia kala.. bingung apa yang mau dibersihin karena smua dah bersih..

tertib dan menjaga kebersihan..

@batiar: emang orang2 kita susah diajak tertib karena apa yg sehari2 dilihat memang gak tertib, tapi apa bener bangsa kita memang bangsa yg gak bisa tertib? bisa menjadi renungan lah.. ya dikit2 dan berawal dr diri kita sndiri utk melakukan hal2 baik dan positif, dan yg penting ‘cuek’ atas komentar ‘gak enak’

@sani: bener san disini orang jepang memang terbiasa begitu, dan memang belum pernah ketemu ama pasukan kuning disini, lha pekarangam depan rumahku aja yg bersihkan tetangga sebelah nenek2..
trus kalau kita nyewa lapangan badminton, setelah main harus dibersihkan lagi, sampai bersih seperti sedia kala.. tidak boleh ada sampah2..

(seperti di gazibo TEUB tuh kalau mhs abis ngerjakan laporan praktikum kok jadi kotor gitu, harusnya dibersihkan lagi seperti semula..)

kalau masuk kelas, setelah keluar kursinya harus dirapikan lagi, belanja di supermarket belanjaan harus dimasukkan sendiri ke kresek, dan keranjang di kembalikan ke tempat semula dg baik😉

coba kl di kampung kita tertib gitu ya..

yah.. itulah bedanya negara maju dengan negara berkembang..

di negara maju, orangnya profesional…. menempatkan sesuatu pada tempatnya…. sebuah aturan harus di taati, bukan dilanggar untuk mendapatkan kompromi2 tertentu…

orang di sana berpikirnya jauh kedepan… kalau saya seperti ini, apa akibatnya.. kalau ini, apa akibatnya.. dst…dst…

jadi mereka berpikir bukan untuk saat ini.. tetapi sudah jauh memikirkan apa akibat bagi anak, cucu,..cicit.cicit mereka….

yah semoga budaya ini akan dibawa pak Herman saat kembali ke tanah air..

pengeeeeeeen ke jepang
rasanya disini aku saja yang mengkampanyekan buang sampah pada tempatnya, tertib antri dan tertib lalu lintas. kaya orang gila aja aku… ga da yang menggubris…
apa orang indonesia sudah dimatikan hatinya, di butakan matanya, di tulikan telinganya ya..?
mari kita satukan hati untuk sama2 berkampanye walaupun tidak di gubris sekalipun…..
ishouni ganbate yo!!!!!!!!!!!!!!!!

ishouni ganbateeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!!!!!!!!
WATASHI GA SOBA NI ITSUMO IRU

Harusnya kantin di Indonesia bikin peraturan dulu… Kalau udah gitu kan bisa terbiasa. Kalau penjaga kantinnya ogah ngerubah kantinnya yah mau gimana. Pelanggan adalah raja toh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Arsip Postingan

Internet Sehat

Internet Sehat

Visitor

Bisnis mudah di Internet

Mau Nonton Film?

ayocarilogomovie

Pengen Punya Domain sendiri???

CO.CC:Free Domain

Blog Stats

  • 49,038 hits

Flickr Photos

Sol Duc Falls

Back to forest

Prairie Falcon 2016

More Photos

EnsikloNesia

%d bloggers like this: