Emang Blog

KENAPA HARUS DIBENTAK-BENTAK?

Posted on: August 20, 2008

Hari-hari ini teknik UB dan UB pada umumnya terlihat ramai dengan adanya kegiatan pengenalan kampus (aka OSPEK). Dan seperti biasanya di teknik pasti hiruk pikuk dengan yel yel 1..2..3 teknik, yang sejak jaman saya kuliah pun sudah menjadi yel-yel wajib, entah persisnya mulai kapan yel-yel tersebut membahana di ranah UB.

Suasana ospek di Teknik UB selalu seru, mulai dari yel-yel mahasiswa baru (maba) hingga teriakan dan lengkingan suara senior berteriak “tunduk dek!”, “ayo cepat itu..!”, “lari-lari..!” atau ”
mana suaranya..!”. Sebuah suasana khas teknik yang mungkin sedikit berbeda dengan kegiatan yang sama di fakultas yang lain.

Mungkin masih ada diantara anda yang menganggap tindakan senior dalam bentuk teriakan-teriakan adalah sesuatu yang tidak pantas atau sudah tidak jamannya lagi, atau ngapain sih harus dibentak-bentak?. Apakah masih pantas calon mahasiswa yang sudah memasuki usia dewasa dibentak-bentak layaknya anak kecil yang nakal, atau seperti meneriaki copet dipasar?. Saya mencoba membahas “kenapa harus dibentak-bentak” itu dalam pandangan dan pemahaman saya, sebagai mantan maba (yang pernah juga dibentak), mantan senior (pernah gantian membentak-bentak) dan sebagawi warga teknik ub.

Sepanjang yang saya pahami ketika menjadi senior dan membahas konsep pembinaan di teknik ub, bahwa bentakan-bentakan tersebut adalah memang disengaja untuk menciptakan suasana panik, gaduh atau kisruh dan memberi tekanan mental pada maba. Kenapa harus dibuat gaduh? dan kenapa harus diberi tekanan mental? Hal ini yang terkadang menjadi polemik, apakah masih pantas hari gini main bentak2? Menurut saya YA! Maba harus dibiasakan dengan kondisi-kondisi ‘tidak nyaman’ yang suatu saat akan dihadapi dalam proses perkuliahan.

Suasana gaduh adalah suatu situasi yang diciptakan untuk membuat mahasiswa terbiasa menerima gangguan (dalam bentuk suara-suara) tetapi harus tetap bisa fokus dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh senior. Ini adalah suatu pemodelan (yang diyakin warga UB) dari proses perkuliahan di kampus (yang sebenarnya tidak hanya terjadi di teknik). Dimana mahasiswa harus dituntut mampu tetap berpikir jernih dan bisa membuat keputusan serta tindakan yang tepat, walaupun mendapat banyak “masalah” seperti tugas kuliah, laporan praktikum, kuis, ujian, masalah keluarga, pacar dan sebagainya.

Sebagai mantan maba yang juga pernah mengikuti proses pembinaan dengan bentak-bentak ala teknik UB, saya merasakan betul bahwa peng’kondisi’an tersebut memang sangat membantu saya untuk bisa fokus pada apa yang seharusnya dilakukan. Mungkin saja kemampuan saya berpikir jernih dalam situasi terjepit bukan hanya terbentuk dari ospek teknik etrsebut, bisa jadi juga karena sebelumnya saya sudah terbiasa dalam situasi tersebut, dengan pengalaman semasa SMA di Papua. Tetapi sedikit banyak rekan-rekan yang lain juga bisa merasakan manfaat tersebut. Itulah mengapa tradisi tersebut masih berlangsung hingga hari ini.

Nah untuk membuat suasana yang ‘diharapkan’, peran dari senior tidak sekedar jerit-jerit, diperlukan suatu integritas dan komitmen fungsional sebagai seorang senior. Secara umum (pada jaman saya), fungsi senior ada 3, pertama yang khusus bagian bentak-bentak, fungsinya hanya untuk teriak dan mengkondisikan, harus terlihat ‘kejam’ dan jangan sampai pernah terlihat cengengesan atau tertawa di depan maba. Konsekuensinya, dia siap tidak ‘disukai’ oleh maba. (Siapa yang tidak keder menghadapi amarah Mas Sofyan -M’90- atau Mas Bumi -E’93- yang terkenal galak ketika ngospek? :))

Fungsi yang kedua adalah senior sebagai ‘cooler’, yang berfungsi melakukan cooling down, selalu terlihat ramah dan kalau berbicara ‘menyejukkan’. Senior dengan fungsi ini tidak perlu ikut-ikutan membentak. Tapi sekalinya dia marah, itu berarti maba membuat kesalahan besar yang mengecewakan senior tsb.

Fungsi yang ketiga adalah senior dengan fungsi khusus, misalnya pemberi informasi, koordinator kegiatan, tim teknis, tim kesehatan dan sebagainya. Pada fungsi ini senior juga tidak perlu ikut-ikutan berteriak, tetapi masih dapat difungsikan sebagai tim cooling down.

So, peran yang dimainkan sebagai senior harus konsisten selama proses pembinaan, sehingga keseluruhan proses berlangsung dengan ‘sempurna’. Walaupun kita sama-sama paham bahwa ini hanyalah suatu ‘acting’ tetapi senior harus mampu menjadi actor yang baik. Singkirkan semua kepentingan pribadi, apalagi kalau hanya dengan niatan untuk ‘ngincer’ maba, wah itu belum waktunya, ntar aja kalau udah masuk perkuliahan.

Tags:

8 Responses to "KENAPA HARUS DIBENTAK-BENTAK?"

hi mang

Sepakat dengan pendapat sampean Mas..
Pada beberapa point model pembinaan spt FT masih dirasa perlu (menurut saya pribadi). Hanya saja sekarang panitia harus terus mengikuti dinamika kampus terkini, agar tidak terjadi matang di konsep mentah di praktek.

+++
Totok Adi W (P’95)
Mantan korban, pelaku, konseptor

sebelumnya thanks sudah di buka comentingnya😀

Dari dulu perdebatan sistem ospek dikampus selalu berada pada dua kubu, satu kubu keras nan penuh pressing dan bentakan sementara diseberangnya adalah kubu yang lebih halus mengedepankan sistem dialektika yang lebih ramah tamah.

Dan sejak jamannya saya masih sering ikutan nimbrung dalam pengospekan tersebut, saya selalu lebih condong pada kubu sistem yang pertama. Hal ini karena adalah realita kehidupan dan sistem pendidikan di kampus maupun kehidupan real diluar yang menuntut adanya penggemblengan mental sejak dini, sejak para siswa itu mulai beralih statusnya menjadi mahasiswa.
Meskipun demikian, sebenarnya sistem yang pertama yang penuh dengan pressing tersebut tidak sepenuhnya full dengan bentakan sepanjang pelaksanaanya. Adakalanya tetep disisipkan model dialek yang ramah dan lebih cooling agar output yang dihasilkan bisa terlihat lebih jernih.
Dan jaman dulu penggabungan dua sistem itu selalu dilaksanakan meskipun porsi pressing masih dominan, karena itu adalah tuntutan kebutuhan sebagai mahasiswa teknik.

Namun denger-denger gosip dikampus saat ini, sepertinya mahasiswa sudah jauh dari adanya penggemblengan mental sejak awal.
Saya ndak tahu apa parameter yang dijadikan patokan, jika itu adalah rupa kondisi kehiduapan model jaman sekarang saya pikir justru kehidupan sekarang ini jauh lebih keras dan dituntut gemblengan mental yang jauh lebih matang.
Jika kampus sudah ndak bisa sebagai tameng terakhir menjaga idealisme-idealisme dalam kehidupan, pada tatanan apa lagi idealisme itu akan terjaga?

reagrds
Muqtafin aka Epat
(Pernah E95 dan E03)

Salam kenal Um Emang dan ane spakat dgn tulisan di atas Um..

TQ atas pencerahannya.. trus terang.. manpaat opspek baru kerasa pas udah lulus kuliah..🙂

ngomong-2 mas Bumi E-93.. sekarang dimana kabar beliau..?

Kalo Um Emang tau.. mohon inponya..

suwun

9601060355-93

begene neh kalo ketemu senior yg ngga creatif…..
konsent nya cuma ama bentak, bikin takut, bina mental senioritas …

kok ngga ada gitu misi nya tuh menebalkan mental cinta tanah air, tidak takut sama godaan materi dan duniawi ….

ya hasilnya pas kerja tuh senior-senior yg galak ama seram-seram giliran ketemu ama atasan orang asing (china, india, korea, jepang, dll) manut-manut.. jadi deh penjilat karena UANG dan JABATAN, keahlian bentak-bentaknya termanfaatkan juga dengan membentak bentak sodara setanah air.

jadi mahasiswa yg uptodate napa ?

bener bung hen, kalau cuma bentak dan bikin takut emang tidak kreatif..
makanya penekanannya adalah pada sesi setelah bentak2 itu adalah sesi materi yg harus disampaikan dg baik, oleh senior yg tidak ikut bentak2..
kalau pengalaman dulu materinya macam2, tentang kebersamaan, setia kawan, tanggung jawab, kejujuran, kemandirian.. dan termasuk cinta tanah air..

kalau kegiatan ospek belakangan ini sepertinya lebih menonjol sesi bentak2 dari pada sesi materi tsb, karena apa? ya karena para senior itu lupa esensi dari bentak2 itu sendiri..😉

Wah,ternyata ada bahasan tentang ini

hmm.. saya sofi E07

pernah dibentak pas maba,pernah jg membentak pas jd panitia

yg saya rasakan semua bermanfaat
tekanan2 itu mmg ada saat perkuliahan
sy bnr2 paham esensi probinmaba ya saat sy udah ga jd maba

dan utk peran jd panitia,aplgi bagian yg membentak2 sangatlah berat.. punya tggjwb yg bsr
klo panitia ngasih peraturan ke maba,panitia harus jauh lbh menaati peraturan itu (jgn sampe kemakan peraturannya sndri)

Ospek taek ta
Nek salah iku yo sakjane ditepakno gak malah dibentak bentak, ket mbiyen bentak2 lak alasane mentale cek kuat, mentale makmu ta seng kuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Arsip Postingan

Internet Sehat

Internet Sehat

Visitor

Bisnis mudah di Internet

Mau Nonton Film?

ayocarilogomovie

Pengen Punya Domain sendiri???

CO.CC:Free Domain

Blog Stats

  • 49,038 hits

Flickr Photos

Sol Duc Falls

Back to forest

Prairie Falcon 2016

More Photos

EnsikloNesia

%d bloggers like this: